Dr. Arissetyanto Nugroho: Strategi Keberhasilan Rosulullah dalam Pendidikan Akhlak Mulia dan Relevansinya Menjawab Tantangan Era Globalisasi.

INDONESIASATU.CO.ID:

JAKARTA - Mengawali acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jamik "Manarul Amal" , yang dihadiri oleh civitas akademika Universitas Mercu Buana (UMB) Jakarta, (Selasa, 19 Desember 2017), Dr. Arissetyanto Nugroho, MM, menyampaikan tentang Strategi Keberhasilan Rosulullah dalam Pendidikan Aklhak Mulia dan Relevansinya Menjawab Tantangan Era Globalisasi dewas ini.

"Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang kita laksanakan ini adalah untuk mengambil keteladanan dalam kehidupan kita sehari-hari, dengan mencontoh kemuliaan akhlak Rasulullah yang mencakup 4 sifat mulia, yakni : Sidiq, Amanah, Tabligh dan Fathonah." Jelas Dr. Aris.

Lebih lanjut, Dr. Aris, yang juga Rektor UMB ini mengatakan bahwa Sidiq dapat dimaknai ucapan dan tindakan yang benar. Sebagai dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa, kita harus meneladani sifat kejujuran Rosulullah SAW. Sebagaimana kita ketahui dewasa ini kejujuran merupakan suatu nilai yang harus dikembangkan dalam dunia pendidikan. Di tengah kehidupan materialisme, kejujuran seharusnya menjadi pondasi yang harus dimiliki oleh setiap insan. Keteladanan sifat sidiq dari Rosulullah SAW seharusnya berimplikasi kepada peningkatan kinerja dosen dan karyawan karena setiap melakukan tindakan selalu berpedoman kepada nilai kejujuran. Dalam budaya kerja Universitas Mercu Buana sifat sidiq ini kita implementasikan dalam bentuk tanggung jawab dan disiplin.

"Amanah artinya dapat dipercaya. Dunia Perguruan Tinggi menuntut pembentukan pribadi yang dapat dipercaya. Dalam budaya kerja Universitas Mercu Buana, keteladanan ini kita implementasikan ke dalam sifat jujur. Di tengah kemajuan teknologi, sifat amanah semakin tergerus. Perkembangan media baru selalu menghadirkan berita yang seringkali berpotensi memecah belah persatuan bangsa. Rosulullah SAW mengajarkan jika sampai kepadamu sebuah berita, maka periksalah; Itu artinya kebiasaan kita mengirimkan berita ke dalam group atau orang lain bukan lah suatu tindakan amanah sebelum kita melakukan konfirmasi. Saring sebelum Sharing. Kehadiran media baru mestinya kita gunakan untuk proses pembelajaran dan peningkatan pengetahuan bukan malah sebaliknya membuat masyarakat menjadi terkotak-kotak dan berpotensi memperlemah persatuan Bangsa," lanjut Dr. Aris.

Keteladanan Rosulullah yang ketiga adalah sifat Tabligh, Dr. Aris mengajak civitas akademika untuk saling mengingatkan satu sama lain pada perbuatan baik dan kebenaran untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang damai dan sejahtera.

"Dalam budaya kerja Universitas Mercu Buana kita implementasikan keteladanan ini pada kearifan lokal dan ramah lingkungan." jelasnya.

"Selanjutnya, Keteladanan sifat Rosullulah SAW yang ke-empat adalah Fathonah, berarti cerdas melalui penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Kita semua Civitas Akademika Universitas Mercu Buana melaksanakan sifat Rosulullah yang Fathonah tersebut melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pertama Pengajaran yaitu Usaha bersama mencerdaskan masyarakat. Kedua Penelitian yaitu Riset yang bertujuan mengembangkan ilmu pengetahuan dan mendapatkan temuan-temuan baru bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ketiga Pengabdian Masyarakat, usaha bersama untuk mengembangkan potensi masyarakat dan merasakan langsung apa yang menjadi problematika masyarakat untuk difahami dalam kehidupan Perguruan Tinggi," tutup Rektor UMB, yang juga lulusan Lemhanas RI ini.

Peringatan Maulid Nabi ini berlangsung hikmat, yang dilanjutkan dengan ceramah agam yang disampaikan oleh  Prof. Dr. H. Abuddin Nata, MA, Guru Besar Sejarah dan Filsafat Pendidikan Islam, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta. (setiyo)
 

Berita Terkait

Berita Terbaru

Index Berita